Main Menu

Friday, August 20, 2010

PPC, Program bisnis periklanan Online


Pay per click or cost per click adalah advertising program yang di usung oleh situs jasa periklanan yang bertujuan untuk menyampaikan penawaran suatu produk dari pengiklan kepada khalayak, melalui situs-situs partner afiliasi mereka yang bertindak sebagai publisher dari iklan-iklan yang dipasang oleh pengiklan.

Melalui program ini, publisher akan memperoleh pendapatan dari setiap klik yang dilakukan oleh pengunjung situs publisher. Besarnya komisi berbeda-beda tergantung dari kebijakan provider program ini. Pada umumnya komisi per hit nya tidak sebesar program ptc atau ptr. Perbedaan dari komisi yang ditawarkan oleh setiap penyelenggara program inipun relatif tipis, tidak seperti program periklanan semacam ptc atau ptr.

Namun demikian, ppc adalah program insentif yang paling diminati para blogger. Salah satu yang paling diminati adalah google adsense. Untuk menjadi publisher program adsense atau ppc, Kita harus memiliki website atau blog yang menarik banyak pengunjung. Untuk itu kita harus memiliki situs yang menarik dari segi konten maupun disainnya.

Selain itu kita juga harus memasang aplikasi site meter untuk mengetahui secara detil mengenai siapa saja dan dari mana saja orang yang berkunjung ke situs kita, termasuk topik apa saja yang diminati pengunjung.Informasi yang kita peroleh dari site meter ini sangat berguna untuk kemajuan situs kita, karena dari informasi tersebut kita bisa melakukan analisa dan perbaikan terhadap situs kita.

Beberapa site meter yang kami ketahui adalah google analytics, gostats, statscounter, anda dapat memilih salah satunya sebagai site meter anda. Kembali pada topik awal, pada saat ini selain google adsense dan chitika adapula penyelenggara program sejenis, misalnya negeriads.com, kumpoelblogger.com, adsensecamp,...etc. Hal ini membuktikan bahwa bisnis ini cukup diminati banyak orang, baik provider, publisher maupun advertiser nya.
Enhanced by Zemanta

Friday, August 6, 2010

Redenominasi rupiah, perlukah?

Beberapa hari yang lalu depgub BI mewacanakan redenominasi mata uang rupiah yang bertujuan untuk menyederhanakan besaran mata uang dengan tidak mengurangi nilai dari mata uang itu sendiri, dan diikuti dengan redenominasi harga barang sehingga tidak mempengaruhi daya beli masyarakat.

Hal ini dilatar belakangi oleh karena nominal pecahan rupiah memiliki nominal yang terlalu besar yaitu 100.000 rupiah. Pecahan ini merupakan pecahan terbesar ketiga setelah Zimbabwe dan vietnam, namun saat ini zimbabwe telah melakukan sanering terhadap mata uangnya. Selain itu dengan pecahan yang terlalu besar mengesankan bahwa mata uang rupiah terlalu lemah terhadap mata uang asing. Bayangkan, saat ini kurs rupiah terhadap us dolar beskisar di 9 ribu sampai 10 ribu rupiah, bahkan dengan mata uang tetangga kita singapura ataupun malaysia, nilai tukar rupiah terpaut jauh.

Sementara itu dengan redenominasi diharapkan ekonomi dapat berkembang lebih baik lagi, dan rupiah akan memiliki gengsi yang lebih baik terhadap mata uang asing, selain itu akan memudahkan keperluan dunia usaha dalam menyusun laporan keuangannya dan masih banyak lagi tentunya.

Meskipun masih dalam bentuk wacana, namun hal ini telah mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Hal ini sangat wajar karena indonesia pernah melakukan hal semacam ini di era orde lama dan orde baru namun gagal. Hal ini dikarenakan pada waktu itu invlasi yang masih tinggi dan tak terkendali sehingga justru memperburuk perekonomian dalam negeri. Selain itu redenominasi yang di lakukan pada waktu itu tidak diikuti dengan redenominasi harga-harga.

Berbeda dengan kondisi saat ini, dimana nilai tukar cenderung stabil dikisaran 9 ribuan dan invlasi dapat dikendalikan, serta faktor pendukung lainnya termasuk dukungan media informasi dan teknologi yang lebih baik sehingga memudahkan dalam mensosialisasikannya wacana ini. Namun demikian wacana ini tidak bisa serta merta dilaksanakan sekarang juga, harus dikaji secara matang dan hati-hati serta disosialisasikan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.
Related Posts with Thumbnails